DPT Pileg di Bangli 181.246, Untuk Pilih 30 Anggota DPRD

  • 29 Agustus 2014
  • 00:00 WITA
DPT Pileg di Bangli 181.246, Untuk Pilih 30 Anggota DPRD_743149.jpg
Bangli, DenPost, Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 gaungnya mulai terasa. Dan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangli juga telah menetapkan jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang akan menggunakan haknya untuk menentukan 30 anggota dewan, Kamis (12/9).
Rapat pleno penetapan rekapitulasi DPT Pemilu DPR, DPD dan DPRD tahun 2014 itu dihadiri Wakapolres Bangli, Kompol Made Rustawan; perwakilan dari Kodim, eksekutif, Sekretaris Panwas dan perwakilan masing-masing partai politik (parpol). Dalam rapat itu terkuak sebanyak 181.246 warga Bangli masuk dalam DPT. Di sela-sela rapat, Ketua KPU Bangli, Dewa Agung Lidartawan, sempat menyentil Panwaslu Bangli yang datang terlambat.

Agung Lidartawan didampingi Putu Ariyanti Suningsih, Nengah Mudana Atmaja dan AA Adi Wiraguna, mengatakan, berdasarkan hasil rapat pleno, jumlah DPT dalam pileg mendatang sebanyak 181.246. Dipaparkan, calon pemilih terbanyak ada di Kecamatan Kintamani dengan 74.471 orang, disusul Kecamatan Bangli sebanyak 39.207 orang, Susut 36.225 orang, dan Tembuku 31.343 calon pemilih. Sementara itu jumlah TPS yang disediakan sebanyak 573 unit. Dalam rapat tersebut, Panwaslu Bangli yang diwakili Sekretarisnya sama sekali tidak memberikan tanggapan.
 
Lidartawan menerangkan, semua tahapan proses telah dilakukan dengan dimonitor Panwaslu. Dengan melalui proses panjang, pihaknya berharap data ganda maupun tercecer bisa diminimalisir. Apalagi, sebelum ditetapkan sebagai DPT, pihaknya juga memberi salinan untuk dimintakan masukan dari parpol. Meski saat ini telah ditetapkan sebagai DPT, menurutnya, masih ada kemungkinan terjadi penambahan jumlah pemilih hingga 11 Oktober mendatang. Sebab, kata dia, KPU masih menerima masukan dan tanggapan dari pihak terkait.  
 
Ketua Pokja Pemutakhiran Data Pemilih, Putu Ariyanti Suningsih, menambahkan, sebelum ditetapkan menjadi DPT, berbagai proses telah dilalui untuk meminimalisir data pemilih ganda. Data DP4 dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) telah dicermati menjadi data pemilih berbasis TPS. Pencermatan itu dilakukan oleh PPS dan Pantarlih. Kemudian, sambungnya, hasilnya ditetapkan menjadi DPS (Daftar Pemilih Sementara). DPS itu pun kembali dicermati dengan memperhatikan masukan dan tanggapan dari masyarakat. Setelah melalui beberapa kali perbaikan, akhirnya ditetapkan menjadi DPT.
 
‘’Penghapusan biasanya kami lakukan karena alasan meninggal dunia, di bawah umur, pindah domisili, pindah status menjadi TNI-Polri termasuk karena alamat yang tidak jelas. Demikian juga penambahan calon pemilih. Selain dari yang sebelumnya tercecer, juga karena perubahan status yang sebelumnya menjadi anggota TNI-Polri kini jadi warga sipil,’’ tandasnya.

Komentar