Anggota KPU

Baca Berita

Komnas HAM RI Kunjungi KPU Bangli

Oleh : kpubangli | 27 Juli 2017 | Dibaca : 142 Pengunjung

Bangli, kab-bangli.kpu.go.id - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Rabu, (26/07) melakukan kunjungan ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangli Jalan Kusumayudha No. 43 Bangli. Kunjungan yang diketuai oleh Siane Indriani selaku Komisoner Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI beserta staf diterima langsung oleh Komisoner KPU Kabupaten Bangli Putu Ariyanti Suningsih, yang didampingi oleh Komisoner lainnya yaitu Gde P. Roy Suparman dan I Gede Ariana beserta jajaran kesekretariatan.

Dimana kunjungan Komnas HAM ini guna menjaring dan mendapatkan masukan dari isu-isu krusial tentang pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Indonesia khususnya terhadap pemilih pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 lalu yang terjadi di Kabupaten Bangli. Yang nantinya pada perhelatan Pilkada serentak 2018 mendatang pelanggaran hak asasi manusia dapat diminimalisirkan.

Dalam kesempatan ini Indriani menjelaskan kenapa KPU Kabupaten Bangli dipilih menjadi salah satu tempat pemantauan dan penyelidikan di Pulau Bali ini khususnya untuk isu Pilkada, karena KPU Bangli wilayah kerjanya memiliki salah satu kemungkinan adanya pelanggaran hak asasi manusia bagi kaum termarjinalkan yaitu ODGJ (orang dengan gangguan jiwa). Dimana Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali yang satu-satunya di Bali berada di Kabupaten Bangli yang merupakan wilayah kerja dari KPU Bangli. Disamping kaum termarjinalkan, kami juga ingin mengetahui perlakukan terhadap pemilih penyandang disabilitas pada perhelatan Pilkada lalu ungkapnya.

Putu Ariyanti dalam penjelasanya mengatakan bahwa, di Kabupaten Bangli utamanya bagi kaum termarjinalkan baik ODGJ dan lainnya serta kaum disabilitas sudah dipetakan jauh – jauh hari sebelum hari pemungutan suara. Proses tersebut dilakukan pada saat proses pencocokan dan penelitian oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP). Jadi orang –orang pada kaum termarjinalkan dan penyandang disabilitas sudah terpetakan dan dipastikan pada hari pemungutan suara hak nya sebagai kaum termarjinalkan maupun penyandang disabilitas tidak dilanggar ungkapnya. (gpr/foto : wbs-kpubgl)


Oleh : kpubangli | 27 Juli 2017 | Dibaca : 142 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Anggota Sekretariat
Hubungi Kami









Skype Me�!
Skype Me�!
Jajak Pendapat
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Website Resmi KPU Bang li?
Twitter